Category Archives: Cang Panah

Produktif vs Konsumtif

Saya dan seorang teman berada di sebuah bandara. Sambil menikmati desain bandara yang megah, kami memandang kagum pada sebuah layar LED yang sangat besar. Belum sempat saya menyampaikan pikiran, ia menimpali. “Rif, kita harus berusaha agar pabrik pembuat layar itu … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

KTP Virtual

Di daerah kami kartu fisik e-KTP belum tersedia. Solusinya? Bagaimana jika dibuat saja KTP virtual. Maksudnya, setelah perekaman sidik jari dsb., warga diberi KTP hasil print biasa dan/atau gambar KTP dalam format JPG saja (lihat GarudaMiles e-card). Pengecekan NIK bisa … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Sistemik vs Parsial

Ayah: Bu, aku dipindah ke Meulaboh. Ibu: Baik, Yah. Ayah: Tapi, Bu, bagaimana mengantar sekolah anak-anak dari sana? Kan jauh dari Banda Aceh. Apa kita langganan travel saja? Beli mobil khusus antar sekolah? Sewa sopir? Galau, nih! Ibu: Ya, nggalah. … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Beyond

Saya dan seorang teman berada di sebuah bandara. Sambil menikmati desain bandara yang megah, kami memandang kagum pada sebuah layar LED yang sangat besar. Belum sempat saya menyampaikan pikiran, ia menimpali. “Rif, kita harus berusaha agar pabrik pembuat layar itu … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Membantu Teman Saat Ujian

Hari itu, hari pertama aku dan teman-teman mengikuti ujian akhir, yakni Ebtanas tingkat dasar. Aku sangat bersemangat. Dengan cepat, kukerjakan semua soalnya. Begitu selesai, segera kuhampiri meja pengawas; kuletakkan kertas jawabanku; dan kulangkahkan kaki keluar ruangan. Tiba-tiba, seseorang memanggilku. Aku … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Ringkas Saja

Saya kadang menulis agak panjang. Saya sadar bahwa kegairahan orang kita dalam membaca masih biasa saja. Bahkan, saya sendiri tidak rajin-rajin amat membaca. Tapi, tetap saja saya menulis kepanjangan. Saat Koran Tempo mengubah formatnya menjadi ringkas (compact) pada Mei 2005, … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Sumber Ide

Ada banyak gagasan sederhana atau rumit lahir dari obrolan warung kopi, celoteh office boy, cetusan remaja, surat pembaca koran, dsb. Namun, pengambil keputusan sering mengabaikannya. Gagasan itu baru diiyakan jika sudah diomongin presiden, direkomendasikan komite ini-itu, ditempel di status Mark … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment