Category Archives: Cang Panah

Kritis

Pendapatan kita boleh jadi menurun daya belinya. Namun, sodara-sodara, janganlah sampai pendapat kita menurun daya kritisnya. Itu yang membuat negeri kita gagah di mata dunia! Advertisements

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Bersamanyalah

Klimaks film drama komedi “Buka’an 8” (2017) adalah saat sang ibu dibawa ke ruang persalinan normal sebuah rumah sakit modern. Di sini, sang ayah dilarang masuk. Ia hanya boleh mengintip dari luar. Apakah ada standar kesehatan yang melarang suami menemani … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Manfaatnya Apa?

Yang patut ditelaah publik/wakil rakyat terhadap suatu rencana program/kegiatan adalah manfaat (outcome) dan dampak (impact) yang ditimbulkannya. Adapun anggaran (input), sesuaikan dengan kemampuan dan harga yang wajar. Jadi, rencana jangan dibatalkan hanya karena biayanya besar. Sebagai analogi, jika Anda hendak … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Produktif vs Konsumtif

Saya dan seorang teman berada di sebuah bandara. Sambil menikmati desain bandara yang megah, kami memandang kagum pada sebuah layar LED yang sangat besar. Belum sempat saya menyampaikan pikiran, ia menimpali. “Rif, kita harus berusaha agar pabrik pembuat layar itu … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

KTP Virtual

Di daerah kami kartu fisik e-KTP belum tersedia. Solusinya? Bagaimana jika dibuat saja KTP virtual. Maksudnya, setelah perekaman sidik jari dsb., warga diberi KTP hasil print biasa dan/atau gambar KTP dalam format JPG saja (lihat GarudaMiles e-card). Pengecekan NIK bisa … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Sistemik vs Parsial

Ayah: Bu, aku dipindah ke Meulaboh. Ibu: Baik, Yah. Ayah: Tapi, Bu, bagaimana mengantar sekolah anak-anak dari sana? Kan jauh dari Banda Aceh. Apa kita langganan travel saja? Beli mobil khusus antar sekolah? Sewa sopir? Galau, nih! Ibu: Ya, nggalah. … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Beyond

Saya dan seorang teman berada di sebuah bandara. Sambil menikmati desain bandara yang megah, kami memandang kagum pada sebuah layar LED yang sangat besar. Belum sempat saya menyampaikan pikiran, ia menimpali. “Rif, kita harus berusaha agar pabrik pembuat layar itu … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment