Category Archives: Cang Panah

Biomimic

Jurusan teknik perlu memasukkan Ilmu Biologi dalam kurikulumnya. Kesimpulan di atas disarikan dari uraian para ahli tentang “biomimic”, yakni rancang bangun suatu alat atau teknologi berdasarkan bentuk atau cara kerja makhluk hidup di alam. Jika dulu para insinyur kerap belajar … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Parvana

Hari ini, “Avengers: Infinity War” (2018) ditayangkan di bioskop berbagai negara. Saya mungkin akan menontonnya tiga-empat bulan lagi saat versi DVD diluncurkan. Saya menyukai imajinasi Stan Lee dkk. yang begitu banyak menciptakan superhero yang keren dan jenaka. Sambil menunggu, ada … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Genangan menuju Arus Utama

Saya dan beberapa teman pernah berdiskusi ttg fokus kerja pemda dlm pembangunan ekonomi Aceh. Pada tahun 2013, kami menyimpulkan bahwa Sabang perlu beralih dari ekspor-impor (dengan pelabuhan bebasnya) ke pariwisata. Empat tahun kemudian, Sail Sabang 2017 menjadi stempel bagi kota … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Tas President

Waktu kelas satu, aku melihat sebuah tas persegi empat di toko. Mereknya “President”. Aku menyukainya. Tas ini kemudian menjadi tas sekolah pertamaku. Saat kelas dua, kunci penutup tas President rusak. Jika dijinjing sambil bergoyang, isi tas bisa keluar semua. Tanpa … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Jak Tablo Kapai!

Tadi siang, saya menonton wawancara Nyak Sandang di TV. Beliau adalah salah-satu penyumbang dana pembelian pesawat pertama RI. Nyak Sandang berkisah tentang kedatangan Bung Karno di Aceh tahun 1948. Dalam bahasa Aceh, beliau juga menggambarkan dialog antarwarga Aceh tentang rencana … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Ceumeukam

Na keuh lam udep geutanyo dum peunyaket kulet. Ceumeukam salah-saboh jih. Neu peuizin ulon tuan narit bah ceumeukam bacut. Ceumeukam biasa jih keunong bak guke aneuk gaki wab kumeun. Paronychia nan kumeun nyan. Asai ka keunong, kulet rab guke keumong … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Titah Cinta pada Sebuah Bangku

Suatu ketika, aku terburu-buru berangkat ke kampus. Kuliah pagi akan segera dimulai. Tiba di kelas, aku kebagian bangku paling belakang. Tiba-tiba, mataku tertuju pada huruf-huruf kecil di meja bangkuku. Agak panjang tulisannya. Aku curiga, jangan-jangan itu contekan ujian. Memang, bangku … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment