Category Archives: Sastra

Puisi atau cerita berada dalam kategori ini.

Ambillah Hikmah

Jika kita mau mengambilnya Pada tiap cerita Tiap huruf Tiap nafas Tiap detik Tiap pasir Tiap daun Tiap kerlip Tiap embun Tiap dengung Ada hikmah di sana Jika kita mau mengambilnya

Posted in Sastra | Leave a comment

Curang

Untuk diriku Cukupkanlah Untuk dirimu Seadanyalah Untuk diriku Satu kilogramlah Untuk dirimu Sembilan onslah Untuk diriku Lampu merah teroboslah Untuk dirimu Lampu hijau jalanlah Untuk diriku Maafkanlah Untuk dirimu Hukum sajalah Untuk diriku Aku yang pilah Untuk dirimu Terima sajalah … Continue reading

Posted in Al-Furqan, Sastra | Leave a comment

Kembali Pada-Mu

​Aku hidup untuk keempat kalinya Gempa sungguh Aku bersimpuh Hidupku yang pertama usai Air bergemuruh Aku berpeluh Hidupku yang kedua usai Jalanan riuh Keretaku luluh Hidupku yang ketiga usai Aku hidup untuk keempat kalinya Buat apa? Agar pongah? Agar bertingkah? … Continue reading

Posted in Sastra | Leave a comment

Bungaku

​Suara kencang lonceng sekolah memecahkan keheningan pagi itu. Anak-anak yang diantar orang tuanya turun dari kendaraan dengan tergesa. Mereka tidak ingin dibariskan di depan kantor kepala sekolah. Soalnya, yang terlambat akan menjadi “pasukan kebersihan.” “Cepat, Yah! Udah terlambat, nih!” Adi … Continue reading

Posted in Sastra | Leave a comment

Tablet

Matangglumpang Dua, Lebaran 2016 Aku menyambangi lemari besar itu lagi. Buku-buku, album foto keluarga, dan pernak-pernik sudah lama dengan setia menemani rak-rak kokohnya. Bapak memang menyusun pustakanya dengan rapi. Aku berkeliling melihat-lihat. Tanpa sengaja, mataku tertuju pada sebuah laci di … Continue reading

Posted in Sastra | Leave a comment

Mate Lampu

Di babah pinto Ulon meu-FB Lampu ka mate Internet hana Bah pih lage nyan Ulon meudoa Bak puasa nyo Meusen ka get lom Udep lampu Udep lampu Bahgia tanyo Dalam seujahtra *Dinyanyikan dg irama lagu “Di Babah Pinto.” :-D

Posted in Sastra | Leave a comment

Prasangka

Lelaki muda itu menggerak-gerakkan tangannya. Sesekali wajahnya serius, sesekali tersenyum. Di depannya ada sepiring lontong. Ia sendirian. “Apakah ia pasien RSJ di seberang jalan?” selidikku yang duduk dua meja darinya. Piring lontong maknyos di warkop dekat Masjid Lampriet itu sudah … Continue reading

Posted in Sastra | Leave a comment