Digitalisasi Telur

Berita menyebutkan bahwa 90% telur yang dikonsumsi masyarakat Aceh didatangkan dari luar daerah. Tentu, ada produsen telur di Aceh. Cuma, kapasitas produksi per produsen relatif kecil sehingga tak memenuhi permintaan pasar lokal. Boleh saja mengusahakan industri telur skala besar, tapi mengapa tidak menghimpun telur-telur dari produsen yang telah ada saja. Kita himpun dan jual secara online.

Produksi agro dapat dihimpun dan disimpan dalam gudang sebelum didistribusikan. Gudang ini bisa bersifat virtual. Jadi, cukup dibuat “gudang telur” online yang menghimpun telur seluruh Aceh. Siapa saja yang memproduksi telur walau cuma 100 biji, bisa memasok ke gudang virtual ini. Jika semua telur lokal dihimpun, besar pula hasilnya, bukan?

Oleh pengelola gudang, stok dan kualifikasi telur dari pemasok diatur sedemikian rupa sehingga mudah dipilih oleh calon pembeli. Pembeli cukup memesan jenis dan jumlah telur yang diinginkan secara online. Tentu, dukungan penghantaran dan akses transportasi diperlukan.

Digitalisasi telur akan menghimpun produksi dan memperluas jangkauan pasar peternak skala kecil. Harapannya, sedikit demi sedikit produksi telur lokal akan bertambah dan mengurangi impor dari luar daerah.

Bisa begitu atau ada solusi lain?
:-)

Advertisements
Posted in Opini | Leave a comment

Minum Nyamuk

Pada suatu masa, hiduplah seorang ayah dan anaknya yang masih kecil dan imut.

“Pa, kita boleh minum nyamuk?”
“Eee…minum nyamuk?” Sang ayah kebingungan ditanyain si kecil. “Kok minum nyamuk?”
“Tadi minum air putih, ada nyamuknya, ikut terminum, deh!”
“Oo, tak apa-apa. Lain kali berhati-hati, ya.”

Akhirnya, mereka hidup berbahagia selama-lamanya.

#cerpen wak disni

Posted in Sastra | Leave a comment

Investasi BPKH

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) hendak melakukan investasi di bidang perhotelan di Arab Saudi. Investasi oleh lembaga yang berdiri tujuh bulan lalu ini dimaksudkan untuk memberi keuntungan bagi jamaah haji Indonesia. Rencananya, investasi awal akan dilakukan pada harta wakaf Aceh (Republika, 9/3).

Tanah wakaf Aceh yang dimaksud BPKH adalah tanah yang diwakafkan ulama asal Aceh, Habib Bugak, lebih dari dua abad lalu untuk kepentingan jamaah haji asal Aceh. Wakaf ini ada di beberapa lokasi. Oleh nazhir (penerima, penjaga, dan pengelola wakaf) Baitul Asyi di Mekkah, harta milik agama ini dikembangkan dalam bentuk hotel.

Di tanah wakaf Aceh yang berjarak 500 meter sebelah selatan Masjidil Haram, telah berdiri Hotel Elaf Al Mashaer. Sekitar 200 meter dari hotel itu, terdapat pula Hotel Ramada Dar Al Faizin. Keduanya adalah hasil kerjasama investor Arab Saudi dengan nazhir wakaf Baitul Asyi. Dapat dipahami bahwa investor indonesia, yakni BPKH, ingin juga menjajaki kerjasama dengan nazhir tersebut.

Setiap proposal investasi baru di tanah wakaf Aceh akan dikaji dan diputuskan nazhir. Jika proposal BPKH ditolak, investasi dapat dipindahkan di lokasi lain. Jika disetujui, tambahan investasi dari BPKH diproyeksikan dapat meningkatkan perkembangan usaha hotel yang telah ada. Keuntungan hotel yang lebih besar akan memberi tambahan bagi hasil untuk jamaah haji asal Aceh. Sedangkan bagi hasil untuk BPKH akan memberi manfaat untuk jamaah haji Indonesia secara umum.

Karena harta wakaf milik agama, bukan milik keturunan wakif (orang yg mewakafkan hartanya), bukan milik pemerintah, dsb., maka harta wakaf tidak bisa diperjualbelikan atau pindah tangan. Yang bisa adalah pergantian nazhir. Peruntukan wakaf harus sesuai dengan yang diikrarkan wakif. Jadi, siapapun nazhirnya, peruntukan wakaf tidak berubah.

Ke depan, harta wakaf (bergerak atau tidak bergerak) di tanah air bisa dikaji BPKH untuk diusahakan pada berbagai sektor sesuai peruntukan wakaf (lihat UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf) dengan model kerjasama seperti di atas. Tentu, nazhir dan masyarakat bisa memberi masukan kepada badan baru tersebut, terutama tentang skema investasi apa yang berhasil guna dan berdaya guna bagi jamaah haji.

Berita terkait:

Posted in Opini | Leave a comment

Dinamisasi Tiongkok

Sidang Umum Kongres Rakyat Nasional Tiongkok dimulai kemaren. Rencananya, mereka akan mengubah konstitusi mengikuti perkembangan terkini dan harapan masa depan Negeri Atas Angin itu.

Secara khusus, hal yang paling disorot media barat adalah tentang rencana perubahan masa jabatan Presiden Tiongkok dari maksimal dua priode saja menjadi tak terbatas. Ini membuat dunia internasional khawatir akan masa depan demokrasi negara berpenduduk 1,4 milyar jiwa itu. Soalnya, satu orang menduduki tiga puncak kekuasaan secara bersamaan: pemerintahan sipil, militer, dan partai berkuasa tunggal. Tak heran, secara informal presiden di sana disebut “Paramount Leader”.

Namun demikian, amandemen konstitusi Tiongkok tahun 2018 tidak hanya soal masa jabatan presiden. Tiga ribu anggota parlemen dari Partai Komunis dan 18 partai/golongan lain bersepakat bahwa pemberantasan korupsi amat penting bagi kemajuan negerinya. Karena itu, Sidang Umum kali ini juga akan menaikkan derajat institusi antirasuah (semacam KPK) lebih tinggi dengan memasukkannya dalam konstitusi. Alhasil, presiden sekalipun bisa dipidana jika korup.

Secara umum, Tiongkok memanfaatkan sidang parlemennya kali ini untuk menjawab kebutuhan masa depannya dengan tetap menerapkan mazhab ekonomi campuran. Sistem yang disebut “ekonomi pasar sosialis” ini menggabungkan “invisible hand” pasar bebas dan “visible hand” negara. Walau dianggap berhasil memajukan Tiongkok, perbaikan sistem secara keseluruhan terus dilakukan.

Dalam prakteknya, ekonomi Tiongkok digerakkan oleh “3-in-1”: pemerintah pusat, daerah, dan swasta. Pusat membuat rencana strategis jangka panjang/menengah dan menjaga stabilitas politik. Adapun daerah-daerah saling bersaing dalam upaya menarik minat dunia usaha melalui deregulasi, pemanfaatan lahan, dan pajak yang kompetitif. Sedangkan swasta menjadi penggerak ekonomi yang sesungguhnya.

Perkembangan dunia yang berubah cepat mengharuskan Tiongkok bergerak dinamis pula. Ini adalah konsekuensi logis dari filosofi harmoni dan keseimbangan yang sudah dianutnya ribuan tahun. Amandemen konstitusi yang kelima pada Maret ini menunjukkan kedinamisan negeri itu menuju masa depan.

Posted in Opini | Leave a comment

Awal dan Akhir

Jika kita melihat cahaya bintang di langit, bisa jadi kita sedang melihat masa lalu. Cahaya matahari, misalnya, adalah cahaya delapan menit yang lalu yang dipancarkannya. Dengan kata lain, dibutuhkan delapan menit bagi cahaya matahari untuk sampai di Bumi.

Seberapa cepat cahaya bergerak? Bayangkan saja Anda menaiki wahana berkecepatan cahaya untuk mengelilingi Bumi. Cukup satu detik terbang, Anda sudah mengelilinginya 7,5 kali.

Matahari, Bumi, Bulan, Mars, dan planet lain berada dalam satu himpunan benda-benda langit yang disebut Galaksi Bima Sakti (Milky Way Galaxy). Gugusan bintang ini berbentuk pipih seperti cakram dengan diameter 100 ribu tahun cahaya. Jadi, dibutuhkan waktu sebesar itu untuk menjelajahinya dari tepi ke tepi dengan kecepatan cahaya.

Galaksi tetangga kita bernama Andromeda. Jaraknya dari Bima Sakti adalah 2,5 juta tahun cahaya. Boleh jadi, jika Anda melihat satu titik cahaya di langit, itu adalah kerlip bintang dari 2,5 juta tahun yang lalu.

Bintang yang tampak kini dan amat jauh jaraknya dari Bumi mungkin sudah hancur dan hilang dari ruang angkasa. Maksudnya, jika Anda berada di lokasi bintang itu dalam sekedip mata saat ini, Anda mungkin hanya melihat ruang kosong, sepi, dan gelap di sana. Katakanlah, salah-satu bintang di Andromeda telah hancur 500 ribu tahun yang lalu, maka sisa cahaya terakhirnya akan terus tampak di bumi hingga 2 juta tahun lagi.

Salah-satu teori pembentukan alam semesta adalah Teori Dentuman Besar (the Big Bang Theory). Menurut perkiraan ahli, dentuman terjadi 13,8 milyar tahun yang lalu. Sejak itu, materi menyebar semakin luas dan jauh ke segala penjuru ruang seiring waktu. Dalam perkembangannya, lahirlah planet, bintang, dan galaksi tadi.

Dengan informasi seperti di atas, mari kita berandai-andai secara awam. Jika sebuah granat dilempar ke udara dan meledak, maka granat itu akan terburai dan hilang dari pandangan hanya dalam beberapa milidetik saja. Meledak, menyebar, lalu hilang. Jika urutan itu berlaku untuk Big Bang di alam semesta (cosmos), maka sesungguhnya kiamat sudah, sedang, dan akan terjadi sejak dentuman 13,8 milyar tahun lalu.

Mungkin saja saat Anda membaca ini, ada galaksi yang lebih dekat dengan sumber dentuman besar dan berjarak 99 juta tahun cahaya dari Bumi sedang meledak dan kemudian lenyap. Bintang-bintang itu telah menemui kiamatnya hari ini. Bumi dan sisa alam semesta lain tinggal menunggu waktunya.

Kerlap-kerlip bintang dari masa lalu menuntun kita ke masa depan. Cahaya-cahaya itu menerangi rasa ingin tahu kita tentang awal dan akhir jagat raya. Boleh jadi, Big Bang adalah awal dan akhir alam semesta sekaligus.

Posted in Geografi | Leave a comment

U Muda

Bak uroe tarek lage nyoe tutong
Palenglah mangat taplah u muda
Bek tuwo sagai sirop cap patong
Saboh glah mantong pih ka meumada

Posted in Sastra | Leave a comment

Anggaran Tanpa Deadlock

RAPBD harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, kepentingan umum, RKPD, KUA dan PPAS, serta RPJMD periode yang berjalan (UU 17/2003).

Jika RAPBD tak disetujui DPRD atau Mendagri, maka kepala daerah menetapkan Perkada. Pagunya maksimal sebesar APBD tahun lalu (UU 23/2014). Program/kegiatan yang dianggarkan tetap berpatron pada RPJMD periode yang berjalan.

RPJMD bukan saja berdasar kesepakatan politik dan janji kampanye, tapi juga memperhatikan kajian teknokrat, peraturan yg lebih tinggi, dan aspirasi masyarakat.

Posted in Cang Panah | Leave a comment