Author Archives: khazanaharham

Ronin dalam Pemerintahan

Ronin adalah samurai yang “meuroh-roh bak jalan” (wara-wiri tidak tentu rimba) karena sudah tidak bertuan (daimyo). Umumnya, tuan mereka gugur di medan perang; wilayah milik tuannya dikuasai lawan; atau kewenangan tuannya dilucuti. Kemunculan ronin terjadi dalam kurun waktu 1185-1868 di … Continue reading

Posted in Opini | Leave a comment

Ya Ghaffar

dan di tiap tubuhku rebah kumaafkan yang salah moga-moga langit merekah menjemputku dengan indah

Posted in Al-Furqan, Sastra | Leave a comment

KEKAL: Move On!

Dalam hal KEK Arun Lhokseumawe (KEKAL), saran kepada Pemerintah Aceh dapat disampaikan sbb: 1. Jika sebagai tenant ingin berbisnis regasifikasi LNG, maka mintalah PDPA melakukan negosiasi bisnis dg Pertamina (keduanya anggota konsorsium pengusul KEK). Jadi, tidak perlu mengubah PP KEK … Continue reading

Posted in Opini | Leave a comment

Ibuku, Guruku

Ibuku adalah pensiunan guru MTsN (dibaca “emsen”) Matangglumpang Dua, madrasah setingkat SMP yang dikelola Depag. Beliau dulu mengampu Mata Pelajaran Akidah Akhlak. Sebelum kelas tiga MIN, madrasah setingkat SD, aku selalu singgah di sekolah Ibu saat pulang pukul sepuluh. Yang … Continue reading

Posted in Bin M.A. Jangka | Leave a comment

Sumber Ide

Ada banyak gagasan sederhana atau rumit lahir dari obrolan warung kopi, celoteh office boy, cetusan remaja, surat pembaca koran, dsb. Namun, pengambil keputusan sering mengabaikannya. Gagasan itu baru diiyakan jika sudah diomongin presiden, direkomendasikan komite ini-itu, ditempel di status Mark … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Mendengarkan Gagasan

Ada banyak gagasan sederhana atau rumit lahir dari obrolan warung kopi, celoteh office boy, cetusan remaja, surat pembaca koran, dsb. Namun, pengambil keputusan sering mengabaikannya. Gagasan itu baru diiyakan jika sudah diomongin presiden, direkomendasikan komite ini-itu, ditempel di status Mark … Continue reading

Posted in Cang Panah | Leave a comment

Meja Kosong

Sebentar lagi Di petang hari Sehabis mandi Aku dapati Meja ini Penuh lagi Adakah tiap hari Puasaku cuma segini Menawan diri Dalam nafsu nafsi Ataukah aku mulai Berbenah diri Mendekat pada ilahi

Posted in Sastra | Leave a comment