Huruf-Huruf


Aku menyukai tulisan tangan, dalam aksara apapun. Apalagi yang indah.

Pernah kudapati tulisan tangan kakak sepupu dalam buku tulis sekolahan yang tersimpan di rak buku rumah nenek. Menarik sekali mencermati guratan bentuk dan tarikan hurufnya. Apalagi dalam tinta biru. Jika bermain di rumah itu, aku selalu menyelinap ke kamar “arsip” itu. Hampir saja aku berhasil meniru menuliskannya, tapi selalu tak sama hasilnya. Aku selalu gagal.

Suatu ketika, aku meminta kakak sepupu itu menuliskan sesuatu. Kusodorkan kertas dan pena bertinta biru. Aku perlu melihat ia melakukannya. Tahukah kalian bagaimana ia melakukannya? Dengan kesabaran. Ia menarik tiap garis membentuk huruf-huruf dengan sabar, tidak terburu-buru. Seakan setiap huruf memiliki waktunya masing-masing.

Mungkin, inilah salah-satu tafsir dari wahyu: “as-shabru al-jamil”, sabar itu indah saat dilakukan dan akan menghasilkan keindahan.

This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s