KhazanahArham

Think. Write. Share.

Hati-hati

leave a comment »

Hati-hati jika mengambil uang yang tidak benar di kantor. Anak sakit-sakitan, kendaraan sering rusak, pengeluaran tiba-tiba yang tidak jelas, dsb. adalah akibat langsung dari sikap korup itu.”

- Seorang mantan asisten Gubernur Aceh.

Written by khazanaharham

December 16, 2009 at 3:20 am

Posted in Kutipan

Surat untuk Mendagri

with 2 comments

Yth. BapaK Menteri Dalam Negeri RI
di
Jakarta

Dengan Hormat,

Melihat perkembangan pelaksanaan otonomi daerah selama ini, saya sebagai warga negara memiliki beberapa pemikiran yang patut menjadi pertimbangan Bapak dan anggota DPR/DPD RI guna memperbaiki realisasi dari semangat membangun secara desentralisasi ini.

Menimbang:

  1. Jumlah anggota DPR kab/kota terlalu banyak; di samping membutuhkan lebih banyak uang negara untuk menggaji mereka, kerap para wakil rakyat ini tidak berfungsi dengan baik sebagai penyerap aspirasi masyarakat.
  2. Pemilihan umum yang dilaksanakan membutuhkan biaya tidak sedikit, namun tidak sebanding dengan manfaat substantif yang didapatkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka.
  3. Demonstrasi di jalanan menunjukkan adanya jarak antara masyarakat dan pimpinan/wakilnya karena masyarakat tidak secara serius dan reguler diajak urun-rembug dalam mengambil keputusan.
  4. Kepemimpinan politik hasil pemilihan langsung kepala daerah tidak selalu dibarengi dengan kapasitas manajerial kepemerintahan sehingga masyarakat merasa untung-untungan memiliki pemimpin yang visibel dalam pelaksanaan pembangunan.
  5. Diperlukan kepemimpinan yang kuat di daerah secara politik di satu sisi, dan manajemen profesional  yang bersih dari unsur politis di sisi lain.

Mengusulkan:

  1. Perubahan sistem pemerintahan kabupaten/kota dari sistem bupati/walikota-DPR menjadi sistem DPR-manajer.
  2. Anggota DPR kab/kota berjumlah minimal 7 dan maksimal 15 orang menurut jumlah penduduk dengan masa tugas 5 tahun/periode.
  3. Salah-satu anggota DPR kab/kota menjabat sebagai ketua dewan dan sekaligus (ex officio) sebagai bupati/walikota yang menjadi simbol pemersatu masyarakat kab/kota.
  4. DPR kab/kota memiliki kekuasaan legislatif dan pengambil keputusan tertinggi kab/kota dalam bidang pembangunan.
  5. DPR kab/kota, melalui suatu proses fit & proper test, memilih dan mengangkat seorang manajer kab/kota sebagai pelaksana kebijakan/regulasi yang ditetapkan DPR kab/kota.
  6. Manajer kab/kota memimpin dan mengkoordinasikan dinas/badan/lembaga di kab/kota bersangkutan.
  7. Manajer kab/kota dapat diganti di tengah masa tugasnya jika DPR kab/kota memandang kinerjanya tidak memuaskan masyarakat.
  8. Setiap dua minggu sekali diadakan sidang DPR kab/kota yang terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh bupati/walikota, anggota dewan, dan manajer kab/kota.

Dengan sistem baru ini diharapkan pembangunan daerah menjadi lebih profesional dengan tetap menyerahkan segala keputusan politis kepada orang yang dipilih rakyat.

Demikian dari kami.
Wassalam

Arif Arham

Written by khazanaharham

December 10, 2009 at 2:45 am

Posted in Cang Panah

Posterazor

leave a comment »

If you want to print a poster or banner using a small printer (I use Canon iP1980) in Ubuntu, try Posterazor. To install it, use Synaptic, or Ubuntu Software Center, or type this in Terminal:

$ sudo apt-get install posterazor

How does it work? Posterazor will make a PDF file containing several pieces of a high resolution image (bigger than a Letter/Legal page size). Since it needs more memories, I recommend you to print one page at a time.

Written by khazanaharham

November 25, 2009 at 9:37 am

Posted in Open Source

Tagged with , , ,

Using Shared Printer in Virtualbox

leave a comment »

You have a printer connected to Ubuntu. Now, you want to use it in Virtualbox running Windows XP as the guest OS. What should you do? Follow this steps:

  1. In Ubuntu (I am using Karmic Koala), click System>Administration>Printing.
  2. Printer configuration appears, then click Server>Settings…, and enable “Publish shared printers connected to this system”, finally click OK.
  3. Open Terminal and type
  4. $ sudo -s
    # iptables -t nat -A POSTROUTING -o lo -j MASQUERADE
    (Note: “lo” for “localhost”; you can activate this iptables during booting by writing it before “exit 0″ in /etc/rc.local )
    # echo “1″ > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

  5. Now, go to Windows XP in Virtualbox, open internet browser (Firefox, Opera, IE, etc) and go to http://default-gateway-ip-address:631/printers (the IP address can be found in network status), then click the printer name and copy the web address (mine is http://10.0.2.2:631/printers/iP1900-series).
  6. Click Start>Printers and Faxes, then under Printer Task select Add printer, and clik Next.
  7. Select “A network printer…”, click Next, choose “Connect to a printer on the internet…” and fill it with the address (mine is http://10..0.2.2:631/printers/iP1900-series), then click Next and install the driver.

Hope it works for you as well :-)

Written by khazanaharham

November 20, 2009 at 1:06 pm

Posted in Open Source

At work

with one comment

Saya akan bercerita singkat tentang pekerjaan, atau tepatnya atmosfir lingkungan pekerjaan.

Adalah wajar jika kerangka berfikir seseorang terbaharui oleh pengalaman di ruang (space), tempat (place), lokasi (location), dan lingkungan (environment) baru. Sebagai seorang pegawai pemerintah yang baru pulang belajar di luar negeri, tentu perlu menyesuaikan diri dengan habitat semula. Ada yang berubah di lingkungan kerja, tapi agaknya yang sebenarnya berubah adalah cara pandang saya terhadap lingkungan sekitar.

Setelah berinteraksi dengan rekan-rekan lama dan baru di kantor selama tiga bulan belakangan, saya menemukan beberapa hal:

  1. Saya mendapati rekan-rekan saya berpengalaman, cerdas, dan kreatif.
  2. Kerja sama (team work) lemah atau bahkan tidak ada.

Hampir semua pegawai yang muda-muda berusaha menyampaikan ide-ide perubahan yang cukup bagus untuk perbaikan kinerja pemerintah berdasarkan pengalaman dan kapasitas keilmuannya.  Masuk akal jika mereka ingin agar ide-idenya didengar dan dihargai; tapi masalahnya adalah mereka tak mau mendengar ide orang lain dan saling menyalahkan. Mereka kerap mendominasi pembicaraan dan berulang menyampaikan hal-hal yang baik untuk dirinya, namun jelek untuk kinerja orang lain. Ini mungkin yang menyebabkan kerja sama dalam suatu tim tak pernah benar-benar terjadi. Celakanya, mereka tidak ‘ngeh’ bahwa penyebab dari ketidakkompakan ini adalah mereka sendiri.

Agaknya kontribusi saya yang pertama untuk negara setelah belajar di luar negeri adalah mendengarkan karena salah-satu kebutuhan rekan-rekan di pemerintahan adalah penghargaan batiniah, bukan melulu kenaikan gaji. Dengan mendengarkan mereka, kebutuhan itu bisa terpenuhi. Saya kerap menggunakan kata-kata seperti: “Bagus”; “Ide yang menarik”; “Bagaimana maksudnya?”; “Ya”; “Saya kurang paham tentang itu, mohon dijelaskan”, dan seterusnya. Bahkan tidak jarang dalam suatu kesempatan berdialog, saya hanya merespon singkat-singkat seperti itu.

Ternyata, kinerja buruk aparatur pemerintah adalah masalah kebudayaan atau seni berinteraksi sosial; bukan masalah kapasitas keilmuan akademis dan pengalaman. Mereka berpendidikan tinggi, tapi tidak tahu bekerja dalam tim dengan berbagai disiplin ilmu lain. Mereka berpengalaman dalam bidangnya, tapi ini menyebabkan resistensi terhadap kritikan/saran atau ide-ide baru dari yang lain.

Jadi, marilah bekerja dalam tim dengan saling menghargai dan mendengarkan ide-ide orang lain dengan minat yang tinggi.

Written by khazanaharham

November 17, 2009 at 2:45 pm

Posted in Cang Panah

GIS Day 2009

leave a comment »

Presentations:

  • “The Geography of Business Analytics” by Adam Pittman, ESRI: Explore the value of geo-demographics and spatial analytics to better understand and make business decisions related to market penetration, site selection, competition, and risk.  Government, utilities, and commercial companies are increasingly aware of the potential and value locked away in their business data. While it is well known that 80 percent of all business data has a spatial component, there is less awareness of how to fully harness and exploit this asset.  This session discusses ongoing developments in ESRI GIS technology to support spatially extended business processes.
  • “Google Earth Demo: Beyond the 15 minute Vacation” by John Marino, Former Student, Department of Geography.
  • “New Orleans and Katrina: Uneven Impact, Uneven Recovery” by John Logan, PhD, Professor, Department of Sociology Director of S4 (Spatial Structures in the Social Sciences) Initiative, Brown University: New Orleans has experienced a very incomplete recovery from Hurricane Katrina, and different groups of the population have suffered disparate impacts.  This presentation will focus especially on the spatial unevenness of the initial damage caused by the storm and the subsequent recovery.  Key questions are whose neighborhoods were hardest hit and where has population returned.  New analyses of the dynamics of the housing market will further illustrate the premise that while the city as a whole is “back to normal,” some parts of the city remain crippled four years later.

More information about GIS Day worldwide

Written by khazanaharham

November 16, 2009 at 10:44 pm

Posted in Geografi

Smart Haier C700 di Ubuntu 9.10

leave a comment »

Untuk menggunakan modem CDMA Smart tipe Haier C700 di Ubuntu 9.10 Karmic Koala, ikuti langkah berikut.

  1. Colok usb ponsel ke komputer.
  2. Aktifkan ponsel agar dikenali Ubuntu dengan perintah di Terminal (kode vendor dan product didapat dari perintah lsusb): sudo modprobe usbserial vendor=0×05c6 product=0×9004 (agar aktif saat komputer dihidupkan, tulis perintah itu sebelum kata ‘exit’ dalam file /etc/rc.local)
  3. Klik kanan ikon Network Manager di kanan atas desktop, pilih “Edit Connections…”.
  4. Pilih “Mobile Broadband”, lalu “Add”. Akan muncul jendela dialog “New Mobile Broadband Connection”. Pastikan pada bagian “Create a connection for this mobile broadband device:” tertera “Smart Smart CDMA Technologies MSM”. Selanjutnya tekan saja “Forward” beberapa kali dengan pilihan provider “Alltel” dari Amerika Serikat.
  5. Edit informasi pada Alltell dengan mengisi username dan password “smart”. Anda bisa mengubah “Connection name” dengan bebas, misal “Smart Internet”. Akhiri dengan klik “Apply” dan “Close”.
  6. Kembali ke desktop, untuk memulai koneksi klik ikon Network Manager di kanan atas dan pilih “Smart Internet”.

Catatan:

  • Jika koneksi terputus, restart dulu ponsel Anda sebelum dikoneksi ulang. Ini dilakukan karena Haier C700 tidak automatis memutuskan koneksi, sehingga komputer masih ‘busy’ dengan ponsel itu. Jalan satu-satunya adalah merestart ponsel.
  • Untuk memulai koneksi setelah komputer dimatikan, ikuti langkah 1 dan 6.

Written by khazanaharham

November 14, 2009 at 1:35 pm

Posted in Open Source

Cicak

leave a comment »

Jika pelanduk adalah ikon untuk si cerdik, maka agaknya cicak akan menjadi ikon baru bagi bangsa Indonesia. Ikon yang disandangkan kepada orang-orang pemberani dan terhormat yang menjaga uang rakyat agar tidak dicuri koruptor.

Kami mendukung eksistensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.
cicak

(Sumber gambar: Facebook – Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto)

Written by khazanaharham

October 31, 2009 at 9:59 am

Posted in Opini

Ubuntu 9.10: Alsa force-reload

leave a comment »

If you can’t here sound or the output is dummy after installing new software or upgrading Ubuntu 9.10, then try this command:

sudo /sbin/alsa force-reload

Written by khazanaharham

October 31, 2009 at 4:12 am

Posted in Open Source

My Letter to Gov. Perry

with one comment

This is my letter to Texas Governor, Rick Perry.

Dear Mr. Perry

My name is Arif Arham. I am from Aceh, Indonesia. I am also an Aggie who was a graduate student of Geography in Texas A&M University (August 2007-May 2009). Now, I am a public servant in the Bureau of Development, the Office of Governor of Aceh. I write this letter because I need your advise in managing Aceh through one simple question: what would you do if you were the Governor of Aceh?

Aceh almost similar to Texas in term of its natural resources and people. We have gas, gold, and a good place for agriculture and fishery industries. Texas is well known in Aceh as a cowboy land since we enjoy cowboy movies. Generally, our democracy system is almost similar to the US. Aceh has the executive, legislative, and judicial branch as in Texas. After tsunami on December 26, 2004, we have to rebuild Aceh, and we want to build it better. But, what does it mean? How can we do it? What do we need?

When I saw a GDP comparison between Texas and our country I just realize that I had been in a really great state for two years. I also read “Investing in Texas: A guide for foreign investment”. Therefore, I understand more about what “everything is big in Texas” means. In addition to know how Texans manage their community, I had visited the regular session of the City Council of College Station twice and saw a true democracy applied by your people. I was impressed. So please make me impress again by giving us an advise to build our community better.

Gig’em

Arif Arham

Written by khazanaharham

October 31, 2009 at 12:01 am

Posted in Cang Panah

Perubahan UUD’45

leave a comment »

Iseng-iseng saya mencari “Arif Arham” di Google.com. Yang mengagetkan adalah salah-satu hasil pencariannya berupa buku Naskah Akademis Rancangan Perubahan UUD 1945 di Openlibrary.org, di Books.google.com, dan bahkan di Library of Congress. Tak jelas siapa yang memasukkan informasi tersebut, namun kopian buku itu sudah lama tidak terlihat sejak saya meninggalkan Yogyakarta tahun 2002.

Buku ini adalah hasil kerja tim dari 13 (saya lupa jumlah pasti anggota tim ini) mahasiswa UGM pada awal reformasi. Nama saya muncul di awal karena  anggota tim diurut menurut abjad. Hanya saya yang memiliki nama dengan huruf awal “A”. Saya pun lupa nama teman-teman yang lain. Jika ada yang membaca ini, mohon menghubungi saya.

Written by khazanaharham

October 29, 2009 at 4:33 am

Posted in Cang Panah

Make your own font!

leave a comment »

Do you want to make a font from your hand writing? Go to Fontcapture.com and get one! It’s easy and free.

mgdfont1

Written by khazanaharham

October 28, 2009 at 9:29 pm

Posted in Open Source

World Bank & OpenOffice

leave a comment »

ooSaya mendapat email dari seorang kawan di suatu milis. Isinya tentang informasi ketersediaan komputer bekas dari kantor World Bank di Banda Aceh untuk disumbangkan kepada masyarakat/sekolah. Yang menarik adalah bahwa ternyata World Bank menggunakan OpenOffice!

Download formulir permintaan komputer dari World Bank (Anda harus memiliki OpenOffice untuk membukanya).

Ini email lengkapnya:

——–mulai——–

Dear Bapak/Ibu,

The World Bank offices in Indonesia have retired more than 300 desktop and notebook computers, a part of which are in Banda Aceh office. The retired computers are equipped with keyboard, mouse and a power cord, but without a monitor. They are in good condition, with Windows XP and Open Office installed. Technical specifications of the computers are available upon request.

The computers are ready for donation to charitable non-government organization (NGOs) and schools who may find them useful to support their charitable activities.

We are inviting proposals from organizations and schools to receive the computers. We encourage Banda Aceh area based organizations and schools to participate. Submitted proposals will be evaluated by a committee that will evaluate proposals according to defined selection criteria. If you recognize an organization that would benefit by acquiring the computers, please forward the attached file, to the organization’ s personnel. Information on this donation program, selection criteria, how to submit proposal, as well as proposal form is included in the file, written on Bahasa Indonesia. Completed proposal must be submitted no later than Friday, 6 November 2009.

PDF Format

(See attached file: DonasiKomputerWorld Bank.pdf)
WORD Format

(See attached file: DonasiKomputerWorld Bank.doc)
Queries on this matter should be directed to Carolyn F. Usmany (Lolo) at email address cusmany@worldbank. org or at phone number (021)5299-3000.

Thank you very much for your help in disseminating this program.

Budi S. Matondang

Tel: +62.21.5299- 3085 World Bank Office, Jakarta
E-mail: bmatondang@worldban k.org
WBOJ – IT Support ‘ext 4848 *itsupportindonesia@ worldbank. org

——–selesai——–

Written by khazanaharham

October 27, 2009 at 9:11 pm

Posted in Open Source

Ubuntu: Mirror and User

leave a comment »

Rupanya pengguna Ubuntu di Indonesia sangat sedikit. Sebaliknya, di Amerika Serikat sangat banyak. Informasi ini dapat Anda baca di website Ubuntu pada bagian penjelasan tentang ‘mirror‘. Menurut situs ini, untuk membuat mirror di Indonesia, kebutuhan bandwidth paling besar cukup 10 Mbps; sedang di AS minimal 400 Mbps untuk melayani pengguna Ubuntu yang lebih banyak. Biarpun demikian, ternyata mirror yang ada di Indonesia menyediakan bandwidth yang besar juga yaitu 1 Gbps.

Kesimpulannya, pemasyarakatan Linux harus lebih gencar, nih!

Written by khazanaharham

October 27, 2009 at 12:56 pm

Posted in Open Source

Texas’ Advantages

with 2 comments

“If Texas were its own nation it would represent the world’s 12th largest economy” (Invest in Texas, 2009).

“The economy of Texas is roughly equivalent in size to the economies of Indonesia, Thailand, Singapore, Malaysia, and the Philippines combined” (Office of the Governor of Texas).

texas_economyUntuk mengatur Texas yang luasnya 1/3 Indonesia, Kantor Gubernur, Senat/DPR, dan Mahkamah Texas berada  dalam satu gedung di Austin.

austin-gub

Written by khazanaharham

October 26, 2009 at 9:39 pm

Posted in Geografi

Ayo, keluar kandang!

leave a comment »

Saya yakin bahwa bangsa ini masih bisa dibenahi dengan syarat agar orang-orang baik dan berani harus ke luar kandang dan terus berteriak: hentikan kerusakan, hentikan kebinasaan. Jihad melawan kerusakan adalah jihad sejati. Jangan biarkan bangsa ini menjadi puing peradaban!”

Ahmad Syafii Maarif

Written by khazanaharham

October 25, 2009 at 10:18 pm

Posted in Kutipan

Karmic Koala 9.10

leave a comment »

Sebagaimana biasa, setiap enam bulan adalah harapan baru dan semangat baru bagi pengguna open source software Ubuntu. Penambahan feature, upgrade software, dan keindahan baru desain desktop adalah hal yang selalu dinanti. Kestabilan dan keamananan sudah tentu ada, bahkan menjadi trade mark sistem operasi komputer gratis ini.

Di awal kehadiran Karmic Koala (Ubuntu 9.10) pada Oktober 2009 kami mulai menggunakan KDE (Kubuntu) sebagai desktop di kantor. Ia agaknya lebih indah dan dekat pada tampilan Windows yang jamak dipakai saat ini dibanding desktop Gnome. Apalagi kehadiran si Koala beriringan waktunya dengan Windows 7 yang komersial itu. Ini adalah ikhtiar kami yang tak henti-hentinya untuk menarik pengguna software proprietary dan bajakan kepada alternatif yang lebih stabil, aman, dan terjangkau.

Akhirnya, tak lupa kami ucapkan selamat ulang tahun ke-5 Ubuntu!

kubuntu

Written by khazanaharham

October 22, 2009 at 10:54 pm

Posted in Open Source

Buku IT untuk Sekolah

leave a comment »

Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Komunikasi dan Informasi serta Kementerian Riset dan Teknologi telah menerbitkan buku pembelajaran komputer untuk SMA berbasis open source. Aplikasi yang digunakan adalah Open Office yang diinstall di Ubuntu. Buku IT ini dapat didownload gratis.

Written by khazanaharham

October 21, 2009 at 11:12 pm

Posted in Open Source

IOWave 09

leave a comment »

Beri tahu tetangga agar tidak panik jika mendengar sirene saat latihan Indian Ocean Wave Exercise 2009 (IOWave ‘09) yang diadakan dua kali:

  1. Gladi bersih tanggal 11 Oktober 2009, pukul 10.00 – 12.00 WIB. Lokasi 6 titik di Banda Aceh: Kantor Gubernur Aceh, Lampulo, Blang Oi, Ujung Pancu, dan Kajhu. Ditambah Aceh Besar dan Sabang.
  2. Pelaksanaan tanggal 14 Oktober 2009, pukul 07.45 – 12.00 WIB. Lokasi 2 titik di Banda Aceh: Blang Oi dan Lhoknga. Ditambah Aceh Besar dan Sabang.

Written by khazanaharham

October 8, 2009 at 9:22 pm

Posted in Kegiatan

Kesetaraan bagi yang cacat

leave a comment »

Kemaren sore, reporter TVOne melaporkan situasi di Padang, kota yang pekan lalu digoyang gempa sebesar 7,6 skala richter. Dalam laporannya ia menceritakan perkembangan Suci Refika Wulansari (27) yang terperangkap dalam reruntuhan gedung Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Prayoga Padang tempat ia mengajar. Ia tak sendiri, rekan-rekan dan mahasiswanya yang telah meninggal menemaninya selama 42 jam. Yang membuat ia lama dievakuasi adalah karena kakinya terjepit sehingga petugas penyelamat sempat berinisiatif mengamputasinya di lokasi kejadian. Walau pada akhirnya ia dapat dikeluarkan dari reruntuhan itu dengan anggota tubuh lengkap, namun kedua kakinya harus dipotong saat ia dirawat di rumah-sakit.

Sang reporter menambahkan bahwa Suci yang baru tiga hari mengajar di STBA Prayoga pernah bercita-cita hendak menjadi PNS. Namun, karena kedua kakinya tiada lagi, harapan itu tak kesampaian.

Saya pernah berkesempatan belajar sebentar di Amerika Serikat. Kesan yang saya tangkap adalah negara itu memang sangat kuat. Salah-satu sebabnya adalah kemampuan mereka menggunakan semua sumberdaya, termasuk manusia, untuk membangun negaranya. Tak terkecuali para penyandang cacat (disabilities). Di sana semua orang, baik tua, muda, pria, wanita, hitam, putih, cantik, tak cantik (pegawai bank misalnya, tak semua cantik fisiknya) normal maupun penyandang cacat memiliki kesempatan kerja yang sama sesuai kemampuannya. Ketentuan ini dilindungi oleh undang-undang federal.

Adakah pekerjaan seorang PNS selalu membutuhkan kaki yang lengkap? Tidak. Apalagi jika Anda menjadi seorang pengajar yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Bekerja di kantor pun bisa, misalnya untuk mengetik dan tugas-tugas administrasi lain. Karena itu, kita perlu mendorong pemerintah untuk membuka kesempatan bagi Suci dan siapa pun yang tak lengkap anggota tubuhnya untuk menjadi pelayan rakyat. Karena negara ini milik kita semua.

Suci, tetaplah dengan cita-citamu.

Written by khazanaharham

October 8, 2009 at 6:23 pm

Posted in Opini