Raseuki Malam

Ka jitoh ujeun
Di Banda Aceh
Bak malam jula
Piyoh keureuja

Angen peulalo
Nyeum that sijuk
Meukhip-khip badan
Ija ta tarek

Cangguk ngek-ngok
Han piyoh-piyoh
Pujo Rabbana
Yang bie raseuki

Alah hai kaom
Bek talo gata
Laju ta seuot
Alhamdulillah. ***

-Arif Arham

Posted in Sastra | Leave a comment

Nostalgia

Kepada adik-adikku di Jogja hari ini.
Pergi ke kampus, kos, warung, dan aktivitas lain mungkin menjadi biasa bagimu sekarang.
Tapi, Dik, tahukah engkau sepuluh, dua puluh tahun kemudian jika umur diberi Allah.
Engkau ‘kan rindu pada setiap jengkal dan detik dari ruang dan waktumu di sana.
Dik, kampusmu bukan UGM semata, tapi Jogja semesta.
Jadilah bermanfaat sesudahnya.
Begitulah sebaik-baik alumni Jogja.***

-Arif Arham

Posted in Sastra | Leave a comment

Warisan

Kalian tahu warisan yang abadi?
Warisilah kasih sayang
Ia tak lekang zaman
Tak pudar warna
Tak hapus bentuk
Tak suram oleh musim

Kasih sayang diwariskan
Untuk selamanya. ***

-Arif Arham

Image

Posted in Sastra | Leave a comment

Leadership

Inspiring is all about leadership.

Posted in Cang Panah | Leave a comment

U19

Jika kita dapat kalahkan Korea
Kita dapatkan Asia
Jika kita memenangkan Asia
Kita di atas lapangan dunia
Ketika itu dunia berbisik
Pantas saja
Mereka berasal dari pesisir, bukit, safana, danau, gunung-gunung api, kebun-kebun, dan kampung pedalaman
Yang terbaik dari Nusantara ***

-Arif Arham

Posted in Sastra | Leave a comment

Halim

Kalian tahu sifat kakek para nabi, Ibrahim a.s., yang kusuka?
Halim, penyantun

Membantu orang lain walau tanpa diminta
Melebihkan kuah masakan untuk tetangga
Memberi tanpa pamrih

Jika engkau mencari kekasih
Carilah yang seperti itu
Atau jadilah yang seperti itu
Karena engkaupun tahu bukan?
Ibrahim adalah kekasih Allah ***

-Arif Arham

Posted in Sastra | Leave a comment

Sesama

Apa yang menarik dari Pacific Rim (2013)? Efek khusus robot dan monster, tentunya. Voltus atau Power Rangers masih kalah jauh. Tapi, tidak hanya itu.

 Momen yang paling berkesan bagiku dari film remaja ini adalah saat seorang anak kecil Jepang tersenyum gembira pada seorang pilot robot raksasa yang berkulit hitam yang telah menyelamatkannya.

 Istimewa, karena Anda tak bakalan menemukan hubungan harmonis lintas ras dalam film buatan Jepang. Malah alien dalam film Jepang mestilah berwajah Jepang pula (penyuka Gavan atau Sharivan tahu betul).

 Untukku sendiri, tiga hubungan baik dengan orang-orang American-African ini berkesan sekali. Pertama, tetangga yang tergopoh-gopoh menolong menghidupkan mobil bututku. Anak muda berkulit legam itu perhatian sekali.

Kedua, nenek tua yang melayani di sebuah restoran cepat saji. Nenek itu tak mengerti ketika temanku memesan suatu paket makanan walau sudah ia lafalkan dengan seinggris-inggrisnya. Sampai-sampai temanku yang dosen bahasa Inggris itu hampir tak yakin dengan kemampuan berbahasanya. Setelah kejadian itu berulang beberapa kali, si nenek hitam yang ramah ini baru bilang bahwa ia agak tuli.

 Yang ketiga, seorang janitor, tukang sapu di dalam laboratorium kampus. Untuk masuk lab, ada kunci digital dengan kode khusus. Ketika itu aku lupa kodenya dan meminta si janitor itu membukanya. Ia bilang, “Saya tidak bisa, Dik, aturan tidak memperbolehkannya.” Padahal hanya kami berdua di lab bawah tanah pagi itu.

 Jika kalian tersenyum akrab dengan suku, ras, atau bangsa yang berbeda, atau bahkan jatuh cinta, maka ketahuilah bahwa engkau bisa menjadi duta perdamaian dunia tanpa perlu memenangkan Miss World.***

Posted in Cang Panah | Leave a comment